Faktatoday.com – JAMBI – H. Achmad Nunung HS, S.Kom., M.M., CRM menjadi salah satu figur yang dipercaya mengisi jajaran Direksi Bank Jambi untuk periode 2025–2029. Ia mendapat mandat sebagai Direktur Treasury Dana, IT, dan Digital, sebuah posisi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan dana sekaligus penguatan teknologi dan layanan digital perbankan.

Sebelum berada di tingkat direksi, Achmad Nunung telah melalui berbagai jenjang karier di lingkungan Bank Jambi. Pengalamannya dimulai dari lini operasional dan pemasaran di kantor cabang, kemudian berkembang ke posisi kepemimpinan di sejumlah kantor cabang hingga dipercaya menangani bidang sumber daya manusia.

Karier tersebut antara lain dijalani saat ia menjabat Kepala Pemasaran dan Pelayanan Kantor Cabang Sarolangun pada 2012–2015. Setelah itu, tanggung jawabnya meningkat dengan menduduki posisi Kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang Utama pada 2015–2017.

Pengalaman memimpin unit kerja kemudian berlanjut. Pada 2017–2021, Achmad Nunung dipercaya sebagai Pemimpin Kantor Cabang Muaro Bungo. Selanjutnya, pada 2021–2023, ia memimpin Kantor Cabang Sutomo.

Memasuki periode 2023–2025, Achmad Nunung mendapat amanah sebagai Pemimpin Divisi Sumber Daya Manusia. Pengalaman tersebut memperluas cakupan tugasnya, tidak hanya dalam aspek bisnis dan pelayanan, tetapi juga dalam pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia.

Dari sisi akademik, Achmad Nunung memiliki latar belakang pendidikan teknologi informasi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di STMIK Nurdin Hamzah Jambi pada 2001. Bekal akademiknya kemudian diperkuat dengan gelar Magister Manajemen dari Universitas Batanghari yang diraih pada 2025.

Kini, sebagai Direktur Treasury Dana, IT, dan Digital, ruang lingkup tanggung jawab Achmad Nunung berada pada sektor yang semakin strategis bagi industri perbankan. Perkembangan layanan digital membuat pengelolaan dana, teknologi informasi, keamanan sistem, serta kemudahan akses nasabah menjadi bagian yang saling berkaitan.

Perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan juga menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan daerah. Nasabah saat ini tidak hanya membutuhkan layanan transaksi yang mudah, tetapi juga mengharapkan sistem yang cepat, aman, stabil, dan mampu menjawab kebutuhan secara digital.