Faktatoday.com – Jambi – Proses pemulihan layanan perbankan di Bank Jambi masih terus berjalan seiring penyelesaian audit forensik yang dilakukan pasca gangguan sistem pada Februari 2026. Hasil audit tersebut menjadi salah satu syarat penting sebelum seluruh layanan dapat kembali beroperasi secara menyeluruh dan memperoleh persetujuan dari regulator.
Pimpinan Kantor Cabang Utama Bank Jambi Telanaipura, Hery Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu rampungnya hasil audit sebagai dasar evaluasi teknis sekaligus bahan pertimbangan dalam proses pengajuan izin operasional lanjutan kepada Bank Indonesia. Menurutnya, berbagai tahapan yang diperlukan masih terus dikerjakan secara bertahap agar pemulihan layanan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk kepastian waktu pembukaan layanan secara penuh, kami masih menunggu hasil audit forensik. Setelah itu akan diajukan kepada Bank Indonesia dan menunggu persetujuan. Saat ini seluruh proses masih berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan,” ujar Hery Gunawan saat ditemui di kantornya, Senin (25/05/2026).

Meski proses pemulihan belum sepenuhnya selesai, Bank Jambi memastikan sejumlah layanan tetap dapat diakses oleh masyarakat. Transaksi melalui ATM untuk sesama rekening Bank Jambi masih berfungsi, sementara layanan jemput bola terus dioptimalkan guna membantu kebutuhan transaksi maupun penarikan dana dalam nominal besar yang dilakukan nasabah.
Di sisi lain, berbagai langkah perbaikan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pelayanan. Bank Jambi tetap melayani penggantian kartu ATM bagi nasabah yang membutuhkan, termasuk pada hari libur tertentu. Selain itu, kolaborasi dengan Bank BJB dalam mendukung layanan pembayaran pajak menjadi salah satu upaya menjaga kelancaran transaksi publik selama masa pemulihan berlangsung.
Proses pemulihan sistem perbankan tidak hanya menitikberatkan pada percepatan operasional, tetapi juga memastikan aspek keamanan, keandalan, dan kepatuhan terhadap regulasi terpenuhi secara optimal. Oleh karena itu, setiap tahapan dilakukan secara hati-hati agar layanan yang kembali dibuka nantinya benar-benar aman dan stabil untuk digunakan masyarakat.


