Faktatoday.com – MUARO JAMBI – Kemacetan panjang yang hampir setiap pagi terjadi di ruas Jalan Lintas Timur, tepatnya di depan SPBU Perikanan, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, terus menjadi keluhan para pengguna jalan. Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.
Setiap pagi, antrean kendaraan yang diduga hendak mengisi BBM jenis solar di SPBU tersebut kerap memanjang. Situasi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat, bahkan pada jam-jam sibuk ketika masyarakat berangkat bekerja dan para pelajar menuju sekolah.
Ruas jalan di lokasi tersebut diketahui merupakan bagian dari Jalan Lintas Timur yang setiap harinya dipadati kendaraan, termasuk truk angkutan barang, tronton, bus, dan kendaraan pribadi. Dengan kondisi jalan yang relatif sempit, antrean kendaraan di sekitar SPBU dinilai semakin memperparah kemacetan dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kondisi ini juga menjadi perhatian karena lokasi SPBU berada tidak jauh dari sekolah tingkat pertama. Akibatnya, para siswa yang hendak berangkat belajar harus berhadapan dengan kepadatan lalu lintas serta kendaraan-kendaraan bertonase besar yang melintas dari berbagai arah.
Sejumlah pengguna jalan mengaku hampir setiap hari harus meluangkan waktu lebih lama karena terjebak kemacetan di kawasan tersebut. Tidak sedikit yang mengaku terlambat masuk kerja maupun mengantar anak ke sekolah akibat antrean kendaraan yang terjadi hampir setiap pagi.

Salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kemacetan di lokasi tersebut sudah menjadi pemandangan rutin.
“Hampir setiap pagi kami terjebak macet di depan SPBU ini. Jalan memang tidak terlalu lebar, ditambah antrean kendaraan yang diduga mengisi solar membuat arus lalu lintas tersendat. Yang paling kami khawatirkan adalah keselamatan pengendara motor, karena truk-truk besar harus berdesakan melewati jalan yang sempit. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan seharusnya segera mendapat perhatian,” ujarnya kepada awak media.


