Faktatoday.com – JAMBI — Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan Bank Jambi. Pasalnya, beredar informasi rekrutmen yang mencatut nama maupun identitas Bank Jambi dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Melalui imbauannya, Bank Jambi menegaskan bahwa saat ini perseroan tidak sedang membuka proses rekrutmen karyawan. Masyarakat pun diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima melalui pesan berantai, media sosial, maupun nomor kontak yang tidak dapat dipastikan sebagai saluran resmi Bank Jambi.
Untuk memastikan kebenaran informasi mengenai rekrutmen, masyarakat diimbau hanya merujuk pada kanal resmi Bank Jambi, di antaranya situs bankjambi.co.id serta akun Instagram resmi @bankjambi yang telah terverifikasi.
Bank Jambi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang menghubungi calon pelamar melalui nomor WhatsApp pribadi atau kontak tidak resmi. Terlebih apabila pihak tersebut meminta data sensitif seperti kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi pribadi lainnya.
Modus penipuan juga dapat dilakukan dengan meminta sejumlah uang kepada calon korban dengan berbagai alasan, seperti biaya pendaftaran, administrasi, hingga pemeriksaan kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan transfer atau pembayaran apa pun sebelum memastikan keabsahan informasi dan pihak yang menghubunginya.
Bank Jambi mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip “cek sebelum percaya”. Setiap informasi mengenai penerimaan karyawan sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi perusahaan, termasuk memastikan alamat situs, akun media sosial, serta nomor kontak yang digunakan.
Apabila menemukan informasi atau komunikasi yang mencurigakan dan mengatasnamakan Bank Jambi, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui Call Center 1500-665 atau email resmi customercare@bankjambi.co.id.
Dalam keterangannya, Bank Jambi juga mencantumkan status perusahaan sebagai lembaga yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Imbauan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan proses cepat maupun berbagai keuntungan, terlebih jika disertai permintaan uang atau data pribadi.
Masyarakat diharapkan selalu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan sampai harapan mendapatkan pekerjaan justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mengambil data pribadi maupun keuntungan finansial.


