MUARO JAMBI – Tradisi Bekarang atau mencari ikan bersama berlangsung meriah dan penuh suka cita di RT 09, Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan adat turun-temurun ini dihadiri Kepala Desa Lubuk Raman, Safi’i, Ketua BPD Muhammad Fajar, Ketua Lembaga Adat Samsuri, perangkat desa, serta masyarakat yang antusias mengikuti tradisi tahunan tersebut.

Bekarang merupakan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dan masih terus dilestarikan masyarakat Desa Lubuk Raman serta sejumlah desa lainnya di Kabupaten Muaro Jambi.

Biasanya, tradisi ini dilaksanakan satu kali dalam setahun dengan memanfaatkan sumber air desa, seperti sungai, danau, atau embung,Selain mencari ikan, Bekarang juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat gotong royong, dan menjaga kekompakan masyarakat.

Kepala Desa Lubuk Raman, Safi’i, menyampaikan bahwa tradisi Bekarang merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Tradisi Bekarang bukan sekadar mencari ikan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan masyarakat.Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi mendatang,”Ujar Kades Safi’i

Sementara itu, Ketua BPD Muhammad Fajar berharap tradisi Bekarang dapat terus menjadi wadah mempererat persatuan dan kekompakan masyarakat Desa Lubuk Raman.

“Melalui tradisi ini, kita memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong demi menjaga keharmonisan masyarakat,” demikian draf pernyataan Muhammad Fajar.

Ketua Lembaga Adat Desa Lubuk Raman, Samsuri, juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi Bekarang sebagai warisan budaya yang memiliki nilai adat dan kebersamaan.

“Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman dan tetap dikenal oleh generasi penerus,” demikian draf pernyataan Samsuri.

Kemeriahan Bekarang di RT 09 menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat, kebersamaan, dan gotong royong masih kuat melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Lubuk Raman.