Laila juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kesiapan internal perusahaan, tetapi memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemegang saham, regulator, nasabah, hingga seluruh jajaran Bank Jambi.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang memiliki jaringan pelayanan cukup luas di Provinsi Jambi, Bank Jambi dinilai memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk menuntaskan agenda transformasi tersebut. Dengan dukungan tersebut, Bank Jambi dinilai berpeluang berkembang menjadi lembaga keuangan daerah yang semakin modern, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa indikator keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari pemanfaatan teknologi semata, melainkan juga dari kemampuan perusahaan meningkatkan kinerja keuangan, menjaga kualitas aset, memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta menghadirkan layanan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Atas dasar itu, optimisme masyarakat terhadap masa depan Bank Jambi merupakan sesuatu yang wajar. Dengan transformasi yang dilakukan secara menyeluruh, Bank Jambi memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan memperkuat posisinya sebagai bank kebanggaan masyarakat Jambi,” tutupnya.


