Faktatoday.com – BUNGO, Aroma dugaan praktik pertambangan pasir ilegal di Kabupaten Bungo kian menyengat. Isu yang menyeret nama oknum anggota TNI aktif itu mendadak meledak di ruang publik setelah beredar luas melalui media sosial dan sejumlah platform media daring, memantik kegelisahan sekaligus kemarahan masyarakat.
Narasi yang beredar, salah satunya melalui akun TikTok yang viral, menuding adanya dugaan koordinasi antara mafia tambang pasir ilegal dengan oknum anggota TNI berseragam hijau yang berdinas di wilayah Bungo. Bahkan, unggahan tersebut secara terang-terangan menyebut inisial seorang oknum Pasi Intel TNI berinisial “S”, yang dituding berperan sebagai pengendali dan peng koordinator aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk dugaan keterlibatan langsung anggota TNI aktif di lapangan.
Isu ini sontak memicu reaksi keras publik. Pasalnya, aktivitas penambangan pasir ilegal bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi kelestarian ekosistem sungai dan keselamatan masyarakat di sekitarnya. Desakan pun menguat agar aparat penegak hukum, serta pimpinan TNI dan Polri di wilayah Jambi, bertindak terbuka dan tegas untuk mengurai kebenaran di balik tudingan tersebut.
Menanggapi isu yang kian liar itu, Komandan Kodim 0416/Bute Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto melalui Pasi Intel Kodim 0416/Bute, Kapten Inf Sapta, akhirnya angkat bicara. Saat dikonfirmasi redaksi Jurnal1Jambi.com, Kapten Inf Sapta secara tegas membantah seluruh tudingan yang menyebut adanya keterlibatan anggota Kodim 0416/Bute dalam praktik pertambangan pasir ilegal.
“Tidak benar. Sampai saat ini tidak ada satu pun anggota Kodim 0416/Bute yang terlibat dalam aktivitas pertambangan pasir ilegal seperti yang dituduhkan di media sosial,” tegas Kapten Inf Sapta.
Ia menekankan bahwa institusinya berkomitmen penuh menjaga disiplin, kehormatan, dan integritas prajurit, serta tidak akan mentolerir pelanggaran hukum dalam bentuk apa pun. Kodim 0416/Bute, lanjutnya, justru membuka diri terhadap setiap laporan masyarakat.


