Sebagai pembina utama, kegiatan adat ini berada di bawah dukungan langsung Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong oleh anggota Pseko Melayu Jambi bersama para datuk adat dan datin dari Desa Mendalo Indah. Acara berlangsung lancar, tertib, serta sarat nilai budaya dan kearifan lokal Melayu Jambi.

Dalam sambutannya, Pembina Komunitas Adat Pseko Melayu Jambi, Ferry Firdaus, menyampaikan bahwa keberadaan kelompok belajar adat menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.

“Adat jangan lapuk dek hujan, jangan lekang dek paneh. Pseko Melayu Jambi hadir bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi menjadi tempat menanamkan adab, sopan santun, serta jati diri Melayu kepada generasi muda. Cincang pelupuh kulit baru, ramo-ramo di rumah tinggal, lusuh-lusuh kito perbaharu, adat lamo jangan ditinggal. Kami berharap anak kemenakan kito tetap tegak memegang adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” ujar Ferry Firdaus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pseko Melayu Jambi, Andri Darmansyah, S.Pt., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya Melayu Jambi secara berkelanjutan.

“Kami sangat bersyukur penilaian kelompok belajar adat ini dapat berjalan dengan baik. Ini bukan hanya tentang lomba atau penilaian, tetapi tentang upaya bersama menjaga warisan leluhur. Sekali air besar, sekali tepian berubah, namun adat dan budaya Melayu harus tetap hidup di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” ungkap Andri Darmansyah.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan Pseko Melayu Jambi dapat terus menjadi pusat pembelajaran adat, budaya, serta pembinaan generasi muda dalam menjaga marwah Melayu Jambi di masa mendatang.