Faktatoday.com – Jambi, 6 April 2026, Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) mengguncang kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi melalui aksi demonstrasi yang menyoroti dugaan pelanggaran serius oleh MyBank Finance dan Bank 9 Jambi. Aksi ini menjadi alarm keras bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan tengah berada di titik rawan.

JARI menegaskan, dugaan pelanggaran tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan administratif semata. Isu ini telah merambah pada inti perlindungan konsumen dan integritas sistem keuangan daerah. Massa aksi mendesak OJK keluar dari bayang-bayang pengawasan formalitas dan menunjukkan ketegasan sebagai benteng terakhir kepastian hukum bagi masyarakat.

Foto: Ketum JARI Wandi Priyanto saat melakukan Orasi di depan kantor OJK Jambi

Koordinator JARI Jambi, Wandi Priyanto, menegaskan tuntutan agar OJK menjatuhkan sanksi tegas terhadap MyBank Finance, mulai dari tindakan administratif hingga pembekuan kegiatan usaha jika terbukti melanggar ketentuan POJK serta putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2019. Ia juga mendesak dilakukannya audit independen secara menyeluruh guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan nasabah.

Sorotan tajam juga diarahkan pada dugaan penarikan dana nasabah Bank 9 Jambi ke pihak eksternal, dengan frekuensi transaksi yang disebut mencapai sekitar 6.000 kali dan berdampak pada ribuan nasabah. JARI menuntut hasil audit dari OJK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Bank Indonesia dibuka secara transparan agar publik tidak terus dibayangi ketidakpastian.

“Lembaga jasa keuangan tidak boleh kebal kritik. Ketegasan regulator adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Wandi.

Ia mengingatkan bahwa potensi kerugian nasabah bukan angka kecil, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas keuangan daerah.

Situasi ini menempatkan OJK pada persimpangan krusial: berdiri tegak menjaga kredibilitas sektor keuangan, atau membiarkan keraguan publik membesar menjadi krisis kepercayaan. Di tengah tuntutan transparansi, keberanian mengambil keputusan tegas akan menjadi ukuran sejauh mana perlindungan konsumen benar-benar ditegakkan.

Aksi JARI bukan sekadar gelombang protes, melainkan peringatan keras. Tanpa akuntabilitas dan keterbukaan, fondasi kepercayaan yang menopang sistem keuangan berisiko runtuh—dan ketika itu terjadi, yang terdampak bukan hanya nasabah, tetapi seluruh sendi ekonomi masyarakat.