Faktatoday.comMUARO JAMBI — Di tengah ramainya arus lalu lintas Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, berdiri sebuah pangkas rambut sederhana namun penuh semangat perjuangan: Pangkas Rambut “MANTAP” (Maninjau Tapian). Usaha yang telah bertahan kurang lebih empat tahun ini bukan sekadar tempat potong rambut, tetapi menjadi ruang pelayanan, kenyamanan, dan dedikasi seorang perantau dalam mengais rezeki secara halal dan profesional.

Berlokasi di titik yang sangat strategis, Pangkas Rambut MANTAP mudah terlihat oleh warga yang melintas. Keberadaannya seolah menjadi “oase” bagi masyarakat sekitar yang ingin tampil rapi tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota. Setiap hari, sejak pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB, tempat ini tak pernah sepi dari pelanggan — mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Menjual Jasa, Mengutamakan Rasa Nyaman

Pemilik usaha, Dhaniel, pria asal Sumatera Barat, tepatnya Maninjau Tapian, Padang, membangun usaha ini dengan tekad kuat sebagai perantau. Nama “MANTAP” sendiri bukan hanya berarti hasil potongan yang mantap, tetapi juga merupakan singkatan dari kampung halamannya: Maninjau Tapian — sebuah identitas yang ia banggakan dan bawa hingga ke tanah Jambi.

Foto: Owner Pangkas “MANTAP” Dhaniel.

Dalam keterangannya kepada media, Dhaniel menegaskan bahwa kunci bertahannya usaha ini bukan semata soal harga, tetapi kualitas pelayanan.

“Kami di sini menjual jasa. Jadi yang paling utama itu pelayanan dan kenyamanan pelanggan. Kalau pelanggan merasa nyaman, mereka pasti kembali lagi,” ujar Dhaniel.

Ia menyadari, di tengah banyaknya usaha pangkas rambut yang bermunculan, persaingan tak bisa dihindari. Namun baginya, konsistensi dan sikap ramah adalah fondasi utama. Setiap pelanggan dilayani dengan sikap sopan, hasil potongan yang rapi, serta suasana yang bersih dan nyaman.

Bertahan dan Berkembang Bersama Tim

Dalam menjalankan usahanya, Dhaniel dibantu oleh dua orang karyawan. Ia tidak hanya berperan sebagai pemilik, tetapi juga ikut turun langsung melayani pelanggan. Kebersamaan dan kekompakan tim menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.

Tarif potong rambut pun dibuat bervariasi dan terjangkau, menyesuaikan dengan kategori usia pelanggan. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar, terutama pelajar dan mahasiswa yang banyak berdomisili di kawasan Mendalo Darat.

Semangat Perantau, Tekad Pantang Menyerah

Empat tahun bukan waktu yang singkat dalam dunia usaha kecil. Bertahan di tengah tantangan ekonomi dan persaingan bisnis menjadi bukti bahwa Pangkas Rambut MANTAP dikelola dengan kesungguhan.

Dhaniel mengaku, merantau bukan perkara mudah. Namun semangat untuk mandiri dan memberikan pelayanan terbaik membuatnya tetap konsisten.

“Saya merantau untuk mencari nafkah yang halal. Harapan saya, usaha ini bisa terus berkembang, bisa membuka lapangan kerja lebih banyak lagi, dan menjadi tempat yang dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Dhaniel berencana meningkatkan fasilitas dan memperluas layanan agar pelanggan semakin puas. Baginya, usaha kecil bukan berarti memiliki mimpi yang kecil.

Dengan konsep sederhana namun mengedepankan kualitas, Pangkas Rambut “MANTAP” kini menjadi salah satu pilihan utama warga Mendalo Darat dan sekitarnya. Dari Maninjau Tapian ke Muaro Jambi, Dhaniel membuktikan bahwa kerja keras, pelayanan tulus, dan konsistensi adalah kunci mempertahankan usaha di tengah ketatnya persaingan.