Faktatoday.com – Muaro Jambi, Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menggerus akar tradisi, Komunitas Adat Melayu Jambi di Desa Mendalo Darat justru menunjukkan wajah sebaliknya. Adat tidak runtuh oleh zaman, melainkan tumbuh, beradaptasi, dan menemukan bentuk barunya sebagai kekuatan sosial yang hidup.
Mendalo Darat hari ini bukan sekadar desa penyangga kawasan perkotaan dan pendidikan, tetapi juga ruang kultural yang terus berdenyut. Di sanalah nilai-nilai adat Melayu Jambi yang berlandaskan seloko adat, sopan santun, dan musyawarah tetap dijaga dan diwariskan, bahkan di tengah masyarakat yang semakin heterogen.
Kemajuan komunitas adat di desa ini terlihat dari semakin aktifnya lembaga adat dalam kehidupan sosial masyarakat. Adat tidak lagi hadir sebatas simbol seremoni, melainkan menjadi rujukan dalam penyelesaian persoalan sosial, penguatan harmoni warga, hingga pembentukan karakter generasi muda. Prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah kembali menemukan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Yang menarik, kebangkitan adat di Mendalo Darat berjalan seiring dengan perkembangan pendidikan dan teknologi. Generasi muda adat mulai tampil sebagai jembatan antara nilai lama dan tantangan baru. Mereka tidak menanggalkan identitas kemelayuan, namun juga tidak menutup diri dari kemajuan. Inilah wajah baru adat Melayu Jambi: lentur, cerdas, dan inklusif.
Peran tokoh adat dan tetua kampung juga semakin strategis. Mereka tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga mitra dialog dalam pembangunan desa. Setiap kebijakan sosial kemasyarakatan mulai dibingkai dengan kearifan lokal, sehingga pembangunan tidak kehilangan ruh budaya dan tidak tercerabut dari nilai-nilai kebersamaan.
Lebih dari itu, eksistensi komunitas adat Melayu Jambi di Mendalo Darat kini menjadi penanda bahwa adat bukan beban masa lalu, melainkan modal masa depan. Adat menjadi benteng moral di tengah tantangan degradasi sosial, sekaligus identitas yang memperkuat jati diri masyarakat di tengah perubahan cepat.
Mendalo Darat mengajarkan satu hal penting: kemajuan tidak harus mematikan adat. Justru dengan adat yang hidup dan bergerak, pembangunan menemukan arah, masyarakat menemukan pijakan, dan generasi muda menemukan identitasnya.
Di desa ini, adat tidak hanya dikenang, ia dijalankan. Tidak hanya dijaga, ia dikembangkan. Dan di sanalah kemajuan sejati komunitas Melayu Jambi menemukan maknanya.


